Estimasi waktu baca: 4–5 menit.
OJK menyampaikan pada 7 September 2026 bahwa perbankan telah diminta melakukan pemeriksaan mendalam dan/atau pemblokiran terhadap sekitar 38.375 rekening yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas perjudian daring hingga Agustus. Jumlah itu meningkat dari catatan Juli yang berada di kisaran 36.735 rekening. Perkembangan ini menyoroti upaya regulator mempersempit jalur keuangan yang diduga digunakan oleh jaringan perjudian online.
Rekening berisiko perlu ditelusuri
OJK menjelaskan bahwa pelaku dapat memanfaatkan rekening pihak ketiga, identitas palsu, teknologi lintas negara, serta perpindahan dana yang berlangsung cepat. Cara tersebut membuat pengawasan tidak cukup hanya dengan memeriksa satu transaksi atau satu rekening secara terpisah. Hubungan antar-transaksi, profil nasabah, dan pola penerimaan serta pengiriman dana dapat menjadi bagian dari pemeriksaan.
Meski demikian, rekening yang terindikasi bukan berarti pemiliknya otomatis terbukti melakukan tindak pidana. Bank perlu menjalankan prosedur pemeriksaan dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila nasabah merasa rekeningnya salah ditandai atau disalahgunakan, komunikasi melalui saluran resmi menjadi langkah penting untuk memperoleh penjelasan dan menindaklanjuti persoalan.
Teknologi analitik dan pertukaran data
Regulator mendorong penguatan sistem analitik dan pertukaran informasi agar pola transaksi mencurigakan dapat diketahui lebih cepat. Pemanfaatan kecerdasan buatan dapat membantu menemukan hubungan dalam volume data yang besar, tetapi hasilnya harus tetap diverifikasi. Perlindungan data pribadi dan pembatasan akses hanya untuk tujuan yang sah harus dijaga dalam setiap proses.
Catatan PPATK tentang nilai perputaran dana dan deposit memberikan konteks lebih luas mengenai tantangan yang dihadapi. Angka tahunan, semesteran, dan triwulanan memiliki cakupan berbeda, sehingga perbandingan harus menjelaskan periode yang digunakan. Data juga perlu dibaca sebagai hasil pemantauan dan analisis, bukan sebagai angka pasti seluruh aktivitas yang ada.
Nasabah perlu menjaga akses rekening
Jangan meminjamkan rekening atau kartu ATM, menyerahkan PIN dan OTP, atau menerima uang untuk diteruskan tanpa memahami asal-usulnya. Jika menerima telepon yang mengaku dari bank dan meminta data rahasia, tutup komunikasi dan hubungi bank melalui nomor resmi. Segera laporkan transaksi yang tidak dikenal.
Pengawasan rekening menjadi salah satu alat untuk menekan aliran dana ilegal. Hasilnya akan lebih kuat jika disertai penyidikan terhadap pengendali, pemutusan akses, dan edukasi masyarakat. Kebijakan perlu dijalankan secara akurat agar sistem keuangan tetap aman tanpa merugikan nasabah yang tidak terlibat.
Ketelitian dan mekanisme klarifikasi
Ketika rekening ditandai untuk pemeriksaan, dokumentasi yang baik membantu bank memahami transaksi dan menentukan tindak lanjut. Nasabah sebaiknya hanya memberikan dokumen melalui kanal resmi dan menyimpan nomor laporan atau referensi komunikasi. Jangan membayar pihak yang mengaku dapat membuka blokir secara instan atau meminta kode rahasia untuk mempercepat proses.
Bagi penyedia layanan, mekanisme pengaduan yang jelas membantu menyelesaikan kesalahan identifikasi dan menjaga kepercayaan. Pemeriksaan berbasis risiko akan lebih efektif jika disertai pengawasan internal, keamanan data, serta peninjauan terhadap indikator yang digunakan. Tujuannya adalah menekan penyalahgunaan tanpa menganggap semua transaksi atau nasabah sebagai pelanggaran.




